Oke, saya ngerumpiin pelem lagi. Ya, ya, bukan pelem baru juga direpiew sesuka-suka saya
Arsip untuk Januari, 2008
(Tokoh) Dongeng-Horor-Beraksi (mainkan) Ilusi
Diterbitkan Januari 31, 2008 Pilem , Uncategorized 10 KomentarTags: film
Peringatan dan perhatian : Panjang!
Saya mau cerita tentang ojek.
Rasanya semua tau ojek ya? (Bukan ojek payung, bukan. Ojek biasa, ojek motor). Apalagi tahun-tahun terakhir ini pangkalan ojek muncul bagai cendawan di musim hujan *tsaaaahhh, cendawan, euy!*
Bahkan mengalahkan pamor angkot (a.k.a oplet) semasa saya masih SMP dulu. Mungkin karena lebih praktis dan lebih cepat, tidak perlu melalui rute khusus, ngetem, dan tokcer menghadapi macet.
Sisi gak enaknya, ya… kebiasaan nyalip-nya bikin penumpang dan pengendara lain jantungan ato ngamuk-ngamuk. Suka asal motong jalan, gak mau kalah. Memang tidak semua, tapi kebanyakan begitu.
Saya lumayan sering menggunakan jasa ojek, praktis dan adem
AC alami gitu..
I’m gonna love you ’till the end,
I’m gonna be your very true friend
I wanna share your ups and down
I’m gonna be around… you….
~Michael learns To Rock-I’m Gonna Be Around~
Saya lagi kangen dengerin lagu ini. Pertama kali denger pas masih kelas 6 SD kalo gak salah, hmmmm… lama juga ya.
Dan karna iseng, bosen nyari bahan, yah… guling-gulingin gugling mereka. Dan kyaaaaaaa….. ternyata Mikkel Lentz tanggal lahirnya samaan dengan saya! Tahunnya juga tinggal dibalik ajah! Kyaaaaa…..
Ah, ah, mungkin ini pertanda saya emang jodoh sama mas nunu’
*gak nyambung dan geje*
ps. Ternyata opa Mahatir juga samaan dengan saya. Toss dulu dong opa! ![]()
Temennya temen saya mengirim sms seperti berikut ini,
Ul, tau artinya gak? “to fee say a bound are.bound are to fee say a.call law tea doubt bound are.book an to fee say a”
Nah, gimana? Ada di antara teman-teman yang tau? ![]()
Last But Not Least…
Diterbitkan Januari 16, 2008 Ngrumseh , Serius Sikit 16 KomentarTags: Friendship, processor
Tiga tahun lebih telah kita jalani bersama, lewati hari-hari yang panjang, melelahkan, membosankan, menyenangkan, mendebarkan, membahagiakan.
Ada tangis, sedih, duka, tawa, canda, ceria, juga marah dan airmata.
Diungkapkan dengan sebaris kalimat rasanya takkan cukup, teman.
Diuntaikan dalam berbaris puisi juga masih tidak pas.
Disimpan dalam kenangan saja rasanya terlalu sayang
Maka akan selalu ada cerita tentang kita, tentang kenangan kita, yang terlalu manis untuk dilupakan.
~Dedicated to Processor, Farmasi ’04 Unand~
Memangnya Kenapa? (Ssstt… Ini Rumpian Cewek lho! ^^)
Diterbitkan Januari 15, 2008 Ngrumseh 25 KomentarTags: Daily, Habit, Rumpian Cewek
Memangnya kenapa kalo cewek hobi dandan? Memangnya kenapa kalo gak hobi dandan? Memangnya kenapa kalo gak familiar sama kosmetik, sampe lipgloss dikirain odol?
Memangnya kenapa, ha? Sah-sah aja tho?!
Toh kalo dia dandan kamu juga yang seneng liat cewekmu cantik. Toh kalo aku males ngurusin begituan juga kamu tetep idup, gak ada ngaruhnya ke kamu kan?
Ah kenapa ini? Kenapa?
Kemarin Ayah datang, mengantarkan janji beliau.
Kemarin Ayah datang, menjenguk putrinya disini.
Kemarin Ayah datang, lalu berbincang tentang hal-hal biasa dengan putrinya.
Kemarin Ayah datang, lalu beliau mulai bercerita tentang masa kecil, perjuangan dan mimpinya.
Kemarin Ayah datang, lalu beliau, yang mungkin menganggap putrinya telah dewasa, berkisah tentang cita-cita, harapan, dan mimpinya akan hari esok.
Kemarin Ayah datang, bercerita, berseloroh, bercanda, yang membuat putrinya berpikir apa yang sebenarnya ia cari.
[Dan ya, putrinya kini tau apa yang harus dilakukannya, berusaha memenuhi impian Sang Ayah tersebut, walau merupakan impian besar, tapi bukannya tak mungkin. Karena ia adalah putri ayahnya, ayah yang berdedikasi, bertanggungjawab, dan punya harapan besar sekaligus berlapang hati.]
Kemarin Ayah datang, menyentakkan putrinya dari kegamangan dan mimpi buruk 10 hari belakangan ini.
Kemarin Ayah datang, membuat putrinya berpikir untuk menyingkirkan halangan dari jalannya, walau menyakitkan dan menoreh hati.
Kemarin Ayah datang, memberi putrinya keberanian untuk menghalau kabut kepalsuan berwarna-warni (biru, merah jambu, hitam, violet) akibat asap kejenuhan.
Kemarin Ayah datang, dan hari ini, sahabat memberi nasehat menyejukkan, “Keep alive dear, cause you are strong ,”
Thanks, Yah..
Thanks, bob. Smua memang butuh waktu, tapi aku usahain. Thanks, dear, it means so much to have you besides me…
ps. Gambar hasil gugling. Oyah, maap dan trimakasih ya… (buat yang ngerasa)
I know you think that I shouldn’t still love you,
Or tell you that.
But if I didn’t say it, well I’d still have felt it
where’s the sense in that?
….
I will go down with this ship
And I won’t put my hands up and surrender
There will be no white flag above my door
I’m in love and always will be
…..
…..
And when we meet
Which I’m sure we will
All that was there
Will be there still
I’ll let it pass
And hold my tongue
And you will think
That I’ve moved on….
I will go down with this ship
And I won’t put my hands up and surrender
There will be no white flag above my door
I’m in love and always will be
Yeah, always and will be, dude!
It’s time to “menye-menye” lah! Tapi kayaknya gw udah nyerah deh, dwn
ps. Gambar dari sini
Update : Ini lagunya Dido, White Flag, bukan puisi saya, cuma mood-nya lagi pas. Tengkyu














Mereka yang Lagi Ngerumpi