Setelah masuk hitungan minggu bulan, akhirnya saya harus mengakui kalo saya benar-benar harus merelakannya, melepasnya pergi dari hati saya.
Patah hati saya.
Saya patah hati.
Saya benci. Benci. Benci.
Kenapa juga, dia harus hadir kalo tak bisa selamanya saya miliki, minimal seumur hidup saya?
Kenapa juga, dia beri saya setitik kebahagiaan kalo akhirnya segunung derita dia timpakan pada saya?
Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa, fernandoooooooo?!!
Saya rasa saya memang telah kehilangan dia. Atau, dari awal dia memang tak pernah saya miliki?
Ah, sayang, kuharap, siapapun yang memilikimu saat ini akan mencintaimu secara layak. Tak mungkin sebesar rasa cintaku padamu, karna cuma aku orang yang mampu mencintaimu sampai segila ini.
Cuma aku, sayang. Cuma aku.
Dan.. yang akhirnya tersisa hanyalah kenangan indah kita berdua. Rela tak rela, memang hanya kenangan saja, tak lebih…











Mereka yang Lagi Ngerumpi