Arsip untuk Kategori 'Ngrumseh'

Seri NSJS Volume 1 : Cara (Gak) Jitu Jadi Loser Handal

Peringatan dan Perhatian : Panjang, dan mungkin akan menyinggung beberapa pihak. Jadi, mohon maap lahir batin dulu yeeee? ;)

Silahkan dinikmati kasus berikut. Disarankan untuk membacanya sambil menghirup minuman yang membuat anda rileks (karena agak njlimet bahasanya, seperti biasa :roll: ), dan sangat tidak disarankan dibaca saat-saat menjelang deadline (pastinya dong! Siapa juga yang mau? :? )

Kasus :

Teman kamu tiba-tiba menelpon, tapi tidak kamu angkat karna sudah tengah malam dan kamu memang malas menjawab telpon-yang-mengandalkan-tarif-off peak. Keesokan harinya kamu sms balik si teman, bertanya ada kepentingan apa karna siapa tau ada info penting. Ternyata si teman malah langsung menelpon kamu dengan suara super manis dan nada membujuk menawarkan peluang bisnis yang bagus untuk kamu.

Eh, eh, kamu curiga aja kalo ini bisnis M*M itu. Dan yaaaaaa… benar ternyata! Uh oh, ketika ditanya kapan kamu ada di rumah, kamu masih bisa berkelit dengan bilang akan pergi keluar dan tak tau pulangnya jam berapa. Jadi aja kamu sengaja lama-lama pulangnya. Maen-maen dulu lah sekalian ngeceng luntang-lantung tak keruan di satu-satunya salah satu mall di kota kamu, padahal kamu biasanya paling males lama-lama di mall *bo’ong :P

Satu minggu berlalu tanpa ada kelanjutan kabar dari temenmu tadi. Kamu juga memang jarang nongol lagi di labor maupun jurusan fakultas karna frustasi males sehingga kamu gak pernah lagi ketemu temenmu itu, yang memang kedekatannya dengan kamu sebatas “calon” temen satu labor, bukan temen main apalagi temen curhat *oh.. please! :roll:

Kamu pun tenang dan hampir lupa dengan tawaran temen kamu tadi. Tapi… malang tak dapat ditolak, Untung rivalnya Donal Bebek, tadi malam temenmu itu nelpon lagi. (Damn! Pas lagi nulis ini dia nelpon LAGI! Uhh.. ngotot amat sih! :| ) Kamu curiga dia akan mengulangi tawaran yang sama dan kamu bukan orang yang tega menolak sekaligus gak mau meng-iya-kan tawaran ini. Yah.. namanya juga teman sendiri. Kalo orang lain kamu berani-berani aja nolak dengan tegas. Lha, temenmu ini bermulut manis dan agak pintar merayu.

Sulit…
Bingung…

Kenapa harus bingung? Tinggal tegasin aja secara baik-baik kalo kamu belum/tidak berminat, biar masalahnya cepet selesai. Ya kan?

Oh, untuk beberapa orang dan beberapa kasus tidak segampang itu lah. Ada tipe orang yang “lemah”, maka ia akan sulit menolak permintaan/ tawaran orang, terlebih dari teman. Di kasus lain yang serupa, orang yang menawarkan adalah teman dekat/sodara (adik, kakak, sepupu, om, tante) kamu sendiri. Aura dan khasiat rayuan mereka akan makin pekat karna setidaknya mereka sudah tau dimana titik lemahmu, yang sebenarnya agak ironis sih karna orang-orang dekatmu itu seharusnya sudah tau kealergianmu dengan bisnis macam ini (baca : hal-hal yang kurang kamu senangi).

Jadi, coba bayangkan diri kamu sebagi seorang yang tidak suka berkonfrontasi, sulit menolak secara langsung permintaan orang dengan alasan tidak mau menyakiti hati. Coba saja dulu berdiri sebagai pihak yang “lemah”. Kesampingkan sisi pribadimu yang (kamu anggap) tegas. Berandai-andai saja lah dulu kita, sekali-kali jadi si lemah gak ada salahnya tho? ;)

Sudah?

Oke, trus..

Solitaire, eh, Dear?

Kucinta dia yang tak perduli padaku
Kucinta kau yang cintaiku
Tapi ku lebih cinta mereka yang tulus ‘tlah berjasa padaku…

[18072008]

ps. Bukan tentang saya! Cuma cerita seseorang yang harus merasakan pahitnya perpisahan karna perbedaan. Resiko ya, sob. Makanya, jangan maen api ;)
eniwei, “alles gutte zum geburstag” to you, my ex-man *halah

:lol:

SOTW

I’ve called you

So,

will you come running to fight?

And,

will you be at my door?

Mood membaik setelah seharian menghadapi anak muda yang bikin naek darah :twisted:

Mood membaik karna lelucon garing dari teman lama.

Mood membaik setelah puas mengumbar emosi akibat prilaku mumma yang terlalu mendikte, yang ujungnya saya sesali juga (uh, i do love you, mum! >_< ).

Mood membaik karna yaahhh.. itu :oops: (beibs, 1000 langkah ku ternyata masih sia-sia karna 1 langkah kecilnya. Uuuhhhhhh.. masih butuh perjuangan panjang sepertinya :| Situ pulang gak lebaran nanti? Kita cerita-cerita lagi yaaaaaaaaa? ) ya?

Katanya Kata Mutiara

Bertemu denganmu adalah takdir , menjadi sahabatmu adalah pilihan dan kesempatan, tapi menjadi saudaramu adalah kebahagiaan dan melihatmu tersenyum adalah buah ukhuwah yang tak ternilai…

Ya muqollibal quluwb, tsabbit qolby ‘ala diiniq wa tho’atiq

Wahai pembolak-balik hati, tetapkan hatiku dalam agamaMu dan ketaatan kepadaMu

Trims, teman. Sudah lama tak kudengar nasihat dari kalian. Entah karna kesinisanku pada perkataan kalian, atau cuma kita “sedang sibuk” saja, yang pasti kita memang sudah saling menjauh. Disayangkan memang, tapi mau gimana lagi?

Satu, aku rindu suasana dulu itu.

Haruskah aku kembali? Entahlah, teman.

Kopdar di Suasso Resto

Dari judulnya saja sudah ketauan banget (baca:benjet :P ) kalo kita bakal ngerumpiin kopdar Palanta di resto(ran ato kafe? :? ) yang namanya Suasso. Yakin mau terus, bos?

Bukan Kisah Patah Hati (Pamer : Episode 2)

Peringatan dan Perhatian : Hiperbola sangadh, tapi mengandung fakta di beberapa bagian :P

Alkisah pada masa tak lama berselang ini, seorang anak ibu-ayahnya mengalami derita hebat karena patah hati. Ia kehilangan pujaan hatinya yang raib entah kemana. Si anak ibu-ayahnya ini pun berusaha untuk tabah dan merelakan kehilangan ini karena katanya entah siapa segala sesuatu yang hilang ke dalam ketiadaan itu akan digantikan dengan yang lebih baik bila ia ikhlas (well, in some case it never been happened sih ya :| ).

Ia pun menjalani hari-harinya dengan sedikit gamang karena tak pernah terbiasa dengan ketiadaan pujaan hatinya. Ya. Ia bilang rela. Tapi ketika melihat orang lain bersama pujaan hatinya (umm.. belum tentu itu si pujaan hati sih, bisa aja cuma mirip), seketika ia hancur lagi.

Berkali-kali sudah ia jatuh, lalu berusaha bangkit. Belum sepenuhnya bangkit, tiba-tiba harus jatuh lebih dalam lagi. Menyedihkan memang, tapi itulah hidup, kawand!
Maka ia pun memutuskan untuk berdamai dengan derita itu. Ia berusaha untuk hidup berdampingan dengan si derita, mencoba untuk menempatkan si derita sebagai salah satu bagian keseharian hidupnya.

Konsekuensinya, ia pun dikenal sebagai penyendiri, padahal dulunya ia cukup akrab dengan teman-temannya. Oh well, tuduhan teman-temannya kalau ia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak mau berbagi pun cuma ditanggapi dengan sebaris senyum simpul.

Dalam hatinya ia berkata, ia tak mau berbagi si derita dengan orang lain, walau sahabatnya sendiri. Biarlah orang cuma pernah melihatnya tersenyum dan tertawa. Airmata yang diakibatkan si derita cuma miliknya seorang. Hak pribadinya. Kalau yang tersisa dari pujaan hatinya hanya si derita, biarlah ia nikmati derita itu.

*sompret! Ini cerita kok desperate amat sih*

Waktu berjalan, dan roda kehidupan terus berputar (oh yeah! :lol: ). Ada masanya hidup terasa begitu melelahkan. Ada pula masa ketika hidup terus memberi keajaiban bagi mereka yang tidak putus asa terhadap kelelahan itu. Dan ya, keajaiban ternyata masih sudi menyapa si anak ibu-ayahnya ini. Keajaiban itu bernama “pelipur lara dia yang telah hilang”.

Ya, si anak ibu-ayahnya itu menemukan apa yang dicarinya selama ini. Bukan, bukan pengganti pujaan hatinya, karna tidak ada satupun yang bisa menggantikan pujaannya. Pujaan hatinya takkan pernah tergantikan dan akan selalu menempati satu porsi sisi hatinya (set dah! :lol: ), karna ia beranggapan bila orang terlalu mudah mengganti apa yang dulu disayanginya dengan yang lain maka ia sebenarnya tidak pernah benar-benar menyayangi apa yang dulu ia kira ia sayangi (Amin! :lol: ).

Seperti layaknya kisah-kisah telenovela yang merupakan kegemaran si anak-ibu ayahnya ini, penulis patut memberikan akhir bahagia padanya, walau pun kisah ini tentu belum berakhir. Ini cuma awal satu cerita baru dari rangkaian cerita yang membangun hidup si anak ibu-ayahnya ini. Ada cerita sedih, biasa saja, dan ada pula cerita bahagia.

Ya, saat ini, di ujung kisah kita hari ini, si anak ibu-ayahnya sedang cukup berbahagia meniti hari dengan mereka yang terkasih. Bukan pengganti pujaan hati, tapi mereka yang terkasih.

Iya, mereka yang terkasih, karena si anak ibu-ayahnya ini menemukan sekaligus tiga lelaki pelipur lara! Tuhan memang baik pada hamba-Nya :mrgreen:
Dan, ooohhhhh.. si anak ibu-ayahnya ini masih cukup yakin akan mendapatkan pujaan hatinya kembali. Apa? Terlalu absurd ya karena katanya ia sudah hilang, dan yang hilang itu jarang kembali? Oh, itu optimisme namanya bung! Hidup harus optimis kan? ;)
.
.
.
.

Dan, siapa mereka yang telah memberi kebahagiaan itu? Ah, cuma Athos, Porthos, and Aramis kok ;)

Saya, Hemat dan Kangen Band (Selamat Pagi Lagi Lho, Juli!)

Iseng-iseng buka folder lama, eh nemu balesan-balesan lucu yang sempet saya catet pas dulu iseng kirim sms “Describe me in 3 words” ke temen-temen.

Rata-rata sih jawabnya: curly (dan sebangsanya), ijo, sinting (gila, aneh, dan kawan-kawan), sok jaim, towa, yaaa… bantal (entah apa maksud kelian :twisted: )

Well, ummm… gimana kalo pertanyaannya diganti dengan,

Describe yourself in 3 words

maka saya dengan lantang akan bilang,

Charlie White’s Lover!

Charlie who?

Selamat Pagi (Lagi), Juli!

Gak kreatip tah judulnya? B.O.D.O! :P
Hmm.. apa ini sekuel dari postingan gak pokus saya kemaren? Hmmm…

Halaman Berikutnya »


Catatan Atas

Hai! Trimakasih karna sudah menyesatkan diri kesini. Eh, sebelum pulang, main dulu ke sini . Trus baru deh ke sebelahnya . Laen kali mampir lagi ya? Hati-hati lho di jalan! ^^

Tanggalan Ngerumpi

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ruang Rumpian

Moodnya Si Tukang Rumpi

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Yang Dirumpiin

Tumpukan Rumpian

Pojok

Add to Technorati Favorites
website counter

Tempelan

Palanta - Komunitas Blogger Padang
Palanta - Ekspresikan Dirimu Melalui Blog

Jepretan

serius

santap

ota

obrol

makan

More Photos